RESIKO BUNUH DIRI

Posted: Oktober 9, 2011 in ASUHAN KEPERAWATAN

 

LAPORAN PENDAHULUAN

A.    MASALAH UTAMA

Resiko bunuh diri

B.     PROSES TERJADINYA MASALAH

  1. Pengertian

Bunuh diri merupakan tindakan yang secara sadar dilakukan oleh pasien untuk mengakhiri kehidupannya. Menurut Maris, Berman, Silverman, dan Bongar (2000), bunuh diri memiliki 4 pengertian, antara lain:

ü  Bunuh diri adalah membunuh diri sendiri secara intensional

ü  Bunuh diri dilakukan dengan intensi

ü  Bunuh diri dilakukan oleh diri sendiri kepada diri sendiri

ü  Bunuh diri bisa terjadi secara tidak langsung (aktif) atau tidak langsung (pasif), misalnya dengan tidak meminum obat yang menentukan kelangsungan hidup atau secara sengaja berada di rel kereta api.

Tanda dan gejala :

ü  Sedih

ü  Marah

ü  Putus asa

ü  Tidak berdaya

ü  Memeberikan isyarat verbal maupun non verbal

  1. Penyebab

Secara universal: karena ketidakmampuan individu untuk menyelesaikan masalah. Terbagi menjadi:

1. Faktor Genetik

2. Faktor Biologis lain

3. Faktor Psikososial & Lingkungan

 

 

Faktor genetik (berdasarkan penelitian):

ü  1,5 – 3 kali lebih banyak perilaku bunuh diri terjadi pada individu yang menjadi kerabat tingkat pertama dari orang yang mengalami gangguan mood/depresi/ yang pernah melakukan upaya bunuh diri.

ü  Lebih sering terjadi pada kembar monozigot dari pada kembar dizigot.

Faktor Biologis lain:

Biasanya karena penyakit kronis/kondisi medis tertentu, misalnya:

ü  Stroke

ü  Gangguuan kerusakan kognitif (demensia)

ü  DiabetesPenyakit arteri koronaria

ü  Kanker

ü  HIV / AIDS

Faktor Psikososial & Lingkungan:

ü  Teori Psikoanalitik / Psikodinamika: Teori Freud, yaitu bahwa kehilangan objek berkaitan dengan agresi & kemarahan, perasaan negatif thd diri, dan terakhir depresi.

ü  Teori Perilaku Kognitif: Teori Beck, yaitu Pola kognitif negatif yang berkembang, memandang rendah diri sendiri

ü  Stressor Lingkungan: kehilangan anggota keluarga, penipuan, kurangnya sistem pendukung sosial

  1. Akibat

Resiko bunuh diri dapat megakibatkan sebagai berikut :

ü  Keputusasaan

ü  Menyalahkan diri sendiri

ü  Perasaan gagal dan tidak berharga

ü  Perasaan tertekan

ü  Insomnia yang menetap

ü  Penurunan berat badan

ü  Berbicara lamban, keletihan

ü  Menarik diri dari lingkungan social

ü  Pikiran dan rencana bunuh diri

ü  Percobaan atau ancaman verbal

C.    POHON MASALAH

Resiko mencederai diri sendiri, orang lain dan lingkungan

 

 

 

 

 

Resiko bunuh diri

 

Harga diri rendah

 

 

 

D.    MASALAH KEPERAWATAN DAN DATA YANG PERLU DIKAJI

  1. Pengkajian Faktor Resiko Perilaku bunuh Diri

ü  Jenis kelamin: resiko meningkat pada pria

ü  Usia: lebih tua, masalah semakin banyak

ü  Status perkawinan: menikah dapat menurunkan resiko, hidup sendiri merupakan masalah.

ü  Riwayat keluarga: meningkat apabila ada keluarga dengan percobaan bunuh diri / penyalahgunaan zat.

ü  Pencetus ( peristiwa hidup yang baru terjadi): Kehilangan orang yang dicintai, pengangguran, mendapat malu di lingkungan social.

ü  Faktor kepribadian: lebih sering pada kepribadian introvert/menutup diri.

ü  Lain – lain: Penelitian membuktikan bahwa ras kulit putih lebih beresiko mengalami perilaku bunuh diri.

  1. Masalah keperawatan

ü  Resiko Perilaku bunuh diri

DS : menyatakan ingin bunuh diri / ingin mati saja, tak ada gunanya hidup.

DO : ada isyarat bunuh diri, ada ide bunuh diri, pernah mencoba bunuhdiri.

ü  Koping maladaptive

DS : menyatakan putus asa dan tak berdaya, tidak bahagia, tak ada harapan.

DO : nampak sedih, mudah marah, gelisah, tidak dapat mengontrol impuls.

 

 

E.     DIAGNOSA KEPERAWATAN

  1. Diagnosa 1                : Resiko bunuh diri
  2. Tujuan umum            : Klien tidak melakukan percobaan bunuh diri
  3. Tujuan khusus           :

ü  Klien dapat membina hubungan saling percaya

Tindakan:

  • Perkenalkan diri dengan klien
  • Tanggapi pembicaraan klien dengan sabar dan tidak menyangkal.
  • Bicara dengan tegas, jelas, dan jujur.
  • Bersifat hangat dan bersahabat.
  • Temani klien saat keinginan mencederai diri meningkat.

ü  Klien dapat terlindung dari perilaku bunuh diri

Tindakan :

  • Jauhkan klien dari benda benda yang dapat membahayakan (pisau, silet, gunting, tali, kaca, dan lain lain).
  • Tempatkan klien di ruangan yang tenang dan selalu terlihat oleh perawat.
  • Awasi klien secara ketat setiap saat.

ü  Klien dapat mengekspresikan perasaannya

Tindakan:

  • Dengarkan keluhan yang dirasakan.
    • Bersikap empati untuk meningkatkan ungkapan keraguan, ketakutan dan keputusasaan.
    • Beri dorongan untuk mengungkapkan mengapa dan bagaimana harapannya.
    • Beri waktu dan kesempatan untuk menceritakan arti penderitaan, kematian, dan lain lain.
    • Beri dukungan pada tindakan atau ucapan klien yang menunjukkan keinginan untuk hidup.

ü  Klien dapat meningkatkan harga diri

Tindakan:

  • Bantu untuk memahami bahwa klien dapat mengatasi keputusasaannya.
  • Kaji dan kerahkan sumber sumber internal individu.
    • Bantu mengidentifikasi sumber sumber harapan (misal: hubungan antar sesama,    keyakinan, hal hal untuk diselesaikan).

ü  Klien dapat menggunakan koping yang adaptif

Tindakan:

  • Ajarkan untuk mengidentifikasi pengalaman pengalaman yang menyenangkan setiap hari (misal : berjalan-jalan, membaca buku favorit, menulis surat dll.)
  • Bantu untuk mengenali hal hal yang ia cintai dan yang ia sayang, dan pentingnya terhadap kehidupan orang lain, mengesampingkan tentang kegagalan dalam kesehatan.
  • Beri dorongan untuk berbagi keprihatinan pada orang lain yang mempunyai suatu masalah dan atau penyakit yang sama dan telah mempunyai pengalaman positif dalam mengatasi masalah tersebut dengan koping yang efektif

 

  1. Diagnosa 2                : Gangguan konsep diri: harga diri rendah
  2. Tujuan umum                        : Klien tidak melakukan kekerasan
  3. Tujuan khusus                       :
  4. Klien dapat membina hubungan saling percaya.

Tindakan:

1.1.      Bina hubungan saling percaya : salam terapeutik, empati, sebut nama perawat dan jelaskan tujuan interaksi.

1.2.      Panggil klien dengan nama panggilan yang disukai.

1.3.      Bicara dengan sikap tenang, rileks dan tidak menantang.

 

  1. Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki.

Tindakan:

2.1        Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki

2.2        Hindari penilaian negatif detiap pertemuan klien

2.3        Utamakan pemberian pujian yang realitas

  1. Klien mampu menilai kemampuan yang dapat digunakan untuk diri sendiri dan keluarga

Tindakan:

3.1        Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki

3.2        Diskusikan pula kemampuan yang dapat dilanjutkan setelah pulang ke rumah

  1. Klien dapat merencanakan kegiatan yang bermanfaat sesuai kemampuan yang dimiliki

Tindakan :

4.1.      Rencanakan bersama klien aktivitas yang dapat dilakukan setiap hari sesuai kemampuan.

4.2.      Beri contoh cara pelaksanaan kegiatan yang klien lakukan.

4.3.      Tingkatkan kegiatan sesuai dengan toleransi kondisi klien

  1. Klien dapat melakukan kegiatan sesuai kondisi dan kemampuan

Tindakan :

5.1.      Beri klien kesempatan mencoba kegiatan yang telah direncanakan

5.2.      Beri pujian atas keberhasilan klien

5.3.      Diskusikan kemungkinan pelaksanaan di rumah

  1. Klien dapat memanfaatkan sistem pendukung yang ada

Tindakan :

6.1        Beri pendidikan kesehatan pada keluarga tentang cara merawat klien

6.2        Bantu keluarga memberi dukungan selama klien dirawat

6.3        Bantu keluarga menyiapkan lingkungan di rumah

6.4        Beri reinforcement positif atas keterlibatan keluarga

 

 

 

  1. Diagnosa                     : Resiko mencederai diri sendiri, orang lain dan lingkungan
  2. Tujuan umum              :

-          Pasien tidak mencederai diri sendiri, orang lain dan lingkungan

  1. Tujuan khusus             :

-          Pasien mendapatkan perlindungan dari lingkungannya

-          Pasien mampu mengungkapkan perasaannya

-          Pasien mampu meningkatkan harga dirinya

-          Pasien mampu menggunakan cara penyelesaiaan masalah yang baik

  1. Tindakan :

-          Mendikusikan cara mengatasi keinginan mencederai diri sendiri, orang lain dan lingkungan

-          Meningkatkan harga diri pasien dengan cara :

  • Memberikan kesempatan pasien mengungkapkan perasaannya
  • Memberikan pujian jika pasien dapat mengatakan perasaan yang positif
  • Meyakinkan pasien bahawa dirinya penting
  • Mendiskusikan tentang keadaan yang sepatutnya disyukuri oleh pasien
  • Merencanakan yang dapat pasien lakukan

-          Tingkatkan kemampuan menyelesaikan masalah dengan cara :

  • Mendiskusikan dengan pasien cara menyelesaikan masalahnya
  • Mendiskusikan dengan pasien efektfitas masing-masing cara penyelesian masalah
  • Mendiskusikan dengan pasien cara menyelesaikan masalah yang lebih baik

 

F.     RENCANA TINDAKAN KPERAWATAN

  1. a.      Ancaman atau percobaan bunuh diri
    1. Intervensi pada pasien

a)      Tujuan keperawatan

Pasien tetap aman dan selamat.

b)     Tindakan keperawatan

Melindubgi pasien dengan cara:

  • Temani pasien terus-menerus sampai pasein dapat dipindahkan ke tempat yang aman
  • Jauhkan semua benda yang berbahaya (misalnya: pisau, silet, gelas, dan tali pinggang)
  • Periksa apakah pasien benar-benar telah meminum obatnya jika pasien mendapatkan obatnya.
  • Dengan lembut, jelaskan pada pasien bahwa anda akan melindungi pasien sampai tidak ada keinginan bunuh diri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s